Feature Label 1

Feature Label 2

Feature Label 3

2nd Feature Label

What's Latest and Fresh in?
seputarpolitik.xyz - Membahas Dunia Politik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2020

5 Berita Populer: USS Gerald Ford Siap Tempur hingga AS Ogah Jadi ‘Polisi Dunia’ Lagi oleh - seputarpolitik.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarpolitik.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 5 Berita Populer: USS Gerald Ford Siap Tempur hingga AS Ogah Jadi 'Polisi Dunia' Lagi, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

AS semakin mempersiapkan kapal induk USS Gerald Ford untuk siap tempur. Sementara itu, mengaku merugi, AS di bawah pimpinan Donald Trump ogah jadi 'polisi dunia' lagi, dan ingin menarik diri dari pertarungan luar negeri yang mahal. Berikut lima berita terpopuler hari ini.

1. USS Gerald Ford, Kapal Induk Terbaru AS yang Siap Tempur

Angkatan Laut Amerika Serikat telah menerima dan memverifikasi elevator senjata canggih (Advanced Weapons Elevator) keenam di kapal induk USS Gerald R. Ford (CVN-78), USNI News melaporkan.

Angkatan Laut AS pada 23 Juli 2020 mengumumkan verifikasi elevator senjata tingkat bawah (LSWE) satu, yang merupakan elevator keenam dari sebelas elevator senjata canggih yang telah diverifikasi Angkatan Laut di atas kapal induk dan elevator tingkat bawah kedua yang telah diselesaikan.

Sejumlah bom akan diledakkan di laut dekat kapal induk Angkatan Laut AS USS Gerald R. Ford selama uji tempur (Shock Trials) tahun depan, sementara pesawat tempur F-35 akan lepas landas. Angkatan Laut AS akan melakukan penilaian kualifikasi selama satu tahun sebelum kapal induk benar-benar dikerahkan.

Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Michael Gilday mengaku merasa sangat percaya diri terhadap kapal induk USS Ford. Berbicara awal tahun ini, Gilday menjelaskan nilai tambah kapal tersebut pada armada. Sementara itu, kemajuan sedang dikerjakan dengan elevator senjata, integrasi dek penerbangan skuadron udara kapal induk, dan persiapan teknis untuk layanan tempur.

Artikel lengkapnya https://www.matamatapolitik.com/kapal-induk-terbaru-angkatan-laut-as-uss-ford-nyaris-siap-tempur-in-depth/

2. Merugi, AS Tak Tertarik Jadi Polisi Dunia Lagi?

Baru-baru ini Trump membuat kejutan dengan mengumumkan penarikan pasukannya di wilayah Jerman. Lepas dari isu bahwa itu menjadi hadiah Trump untuk Vladimir Putin, tapi tampaknya ada tren penarikan militer AS dari negara lain sejak Trump menjadi Amerika-1. Apakah ini berarti AS sudah bosan menjadi "polisi dunia"?

Sebagai seorang taipan yang selalu mendasarkan putusan pada hitungan untung rugi, Trump mengambil langkah tepat menyingkirkan pasukannya dari negara-negara lain. Selain boros dan menghasilkan kerugian yang berjubel, intervensi militer AS tak sejalan dengan wacana politik luar negeri Trump.

Selanjutnya baca di https://www.matamatapolitik.com/merugi-as-tak-tertarik-jadi-polisi-dunia-lagi-original-news-polling/

3. Genosida Uighur Bak Holocaust Masa Kini, Bungkamnya Paus Fransiskus Tak Dapat Diterima

Pada 8 Agustus, sekitar 76 pemimpin agama dari seluruh dunia mengeluarkan pernyataan kuat yang menyerukan tindakan untuk menghentikan genosida Uighur dan Muslim lainnya di China, yang mereka gambarkan sebagai "salah satu tragedi kemanusiaan paling mengerikan sejak Holocaust".

Kardinal Charles Maung Bo dari Myanmar, Presiden Federasi Konferensi Waligereja Asia, dan Kardinal Ignatius Suharyo dari Indonesia termasuk di antara tokoh-tokoh senior yang menyerukan penyelidikan atas pelanggaran berat hak asasi manusia terhadap Muslim Uighur.

Pernyataan 76 pemuka agama ini bukanlah yang pertama kalinya para pemimpin agama angkat bicara, tetapi ini adalah pertama kalinya begitu banyak pemimpin yang melakukannya dengan persatuan, urgensi, dan dalam jumlah yang sedemikian besar di seluruh komunitas agama.

"Kami telah melihat banyak penganiayaan dan kekejaman massal. Ini membutuhkan perhatian kita. Tetapi ada satu hal yang, jika dibiarkan berlanjut dengan impunitas, akan mempertanyakan keseriusan komunitas internasional untuk membela hak asasi manusia universal bagi semua orang, nasib buruk Muslim Uighur," tulis mereka, dikutip Eurasia Review.

"Setelah Holocaust, dunia berkata, 'Jangan pernah lagi.' Hari ini, kita kembali mengulangi kata-kata 'Jangan pernah lagi'. Kami membuat seruan sederhana untuk keadilan, untuk menyelidiki kejahatan ini, meminta pertanggungjawaban mereka dan membangun jalan menuju pemulihan martabat manusia."

Selengkapnya baca https://www.matamatapolitik.com/genosida-uighur-bak-holocaust-masa-kini-bungkamnya-paus-fransiskus-tak-dapat-diterima-opini/

4. Di Balik Tren Orang Timor Leste yang Senang Merantau ke Luar Negeri

Orang Timor Leste menghadapi tren yang meningkat dalam merantau ke luar negeri untuk mencari nafkah. Akibatnya, banyak yang berbondong-bondong belajar bahasa Inggris. Apa yang ada di balik tren tersebut?

Pekerjaan musiman di Australia (terlepas dari ketidakpastian dan masalah) adalah pilihan pertama bagi banyak orang Timor yang ingin bekerja di luar negeri. Pasalnya, Australia dipandang tak terlampau jauh jaraknya dari Timor Leste.

Sejak dimulainya pekerjaan musiman pada 2012, kesadaran akan hal itu telah tumbuh, dan tahun ini telah mencapai puncaknya. Perekrutan 'kelompok siap kerja' bahkan sengaja ditangani oleh Negara. Dengan mengekstrapolasi berbagai sumber, pada akhir 2019, penerimaan tenaga kerja migran membengkak menjadi sekitar sepuluh ribu orang, sebanding dengan jumlah total pekerja musiman dari semua negara pengirim ke Australia pada 2018–2019.

Meskipun membayangkan kehidupan yang lebih baik melalui migrasi adalah hal biasa di mana-mana, di Timor Leste aspirasi ini tampaknya sangat menonjol.

Baca artikelnya di https://www.matamatapolitik.com/kenapa-orang-timor-leste-senang-merantau-in-depth/

5. Trump Serang Teknologi China demi Dominasi Ekonomi Dunia

Terdapat dua cara Amerika Serikat dapat memenangkan perang ekonomi melawan China, yakni dengan membuat ekonominya tumbuh lebih cepat daripada China atau menahan kebangkitan ekonomi China. Cara tercepat untuk meraih kemenangan dominasi ekonomi dunia bagi AS adalah menggagalkan reformasi pasar liberal di China dan menjauhkan ekonominya dari jalur liberalisasi yang lebih besar.

Sulit untuk melihat terobosan teknologi besar di Amerika Serikat yang akan menyebabkan lonjakan ekonomi yang signifikan. Hingga harapan itu terwujud, strategi terbaik bagi AS adalah merusak ekonomi China.

Beberapa perusahaan teknologi tinggi China sedang diserang habis-habisan. TikTok dan WeChat telah dimasukkan dalam daftar larangan Gedung Putih selama 45 hari pada 6 Agustus. Para pejabat pemerintahan Trump juga menyatakan perusahaan China yang terdaftar di AS harus dihapus dari daftar pada Januari 2022 jika mereka tidak dapat mematuhi persyaratan audit US Securities and Exchange Commission.

Selanjutnya di https://www.matamatapolitik.com/hubungan-as-china-trump-serang-teknologi-china-demi-dominasi-ekonomi-opini/

 

Penulis dan editor: Aziza Larasati

Keterangan foto utama: Pasukan Amerika di Suriah. (Foto: AFP)

Itulah tadi informasi mengenai 5 Berita Populer: USS Gerald Ford Siap Tempur hingga AS Ogah Jadi 'Polisi Dunia' Lagi dan sekianlah artikel dari kami seputarpolitik.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Bobby Nasution Siapkan Anak Laki-lakinya Jadi Pemimpin Sejak Dini oleh - seputarpolitik.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarpolitik.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bobby Nasution Siapkan Anak Laki-lakinya Jadi Pemimpin Sejak Dini, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kitakini.news – Muhammad Bobby Afif Nasution akan menyiapkan anak laki-lakinya menjadi seorang pemimpin sejak dini. Hal itu sesuai dengan didikan ayah Bobby Nasution, Almarhum Erwin Nasution yang juga telah mendidik Bobby Nasution menjadi pemimpin sejak kecil.

Bobby Nasution mengatakan sebagai orangtua yang memiliki anak laki-laki, sudah pasti menginginkan anaknya menjadi pemimpin.

"Anak cowok, pasti namanya laki-laki itu, ke depannya bakal jadi seorang pemimpin. Setidaknya nanti menjadi pemimpin di keluarga," ungkap Bobby Nasution, Jumat (7/08/2020).

Sama halnya Bobby Nasution. Sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarga, Bobby Nasution dididik ayahnya  sejak dini menjadi pemimpin. Walau posisinya sebagai anak yang paling bontot, namun Bobby Nasution telah memposisikan dirinya sebagai pemimpin di keluarganya.

Terlebih lagi, saat itu ayah Bobby Nasution meninggal dunia. Bobby Nasution lah yang menjadi pemimpin di keluarganya.

"Contoh saya juga, cowok satu-satunya dalam keluarga. Sebelum saya memimpin keluarga kecil saya saat ini, (dahulu) ayah saya dipanggil Tuhan. Saya sebagai anak paling kecil, laki-laki sendiri, harus menjadi seorang pemimpin keluarga saya waktu itu," ungkap Bobby.

Untuk mendidik anaknya menjadi pemimpin, Bobby Nasution telah menyiapkan berbagai hal. Mulai dari pemberian nama, asupan untuk bayi hingga pendidikannya kelak.

Bobby Nasution mengatakan sebagai anak laki-laki, anak keduanya menjadi penerus marga Nasution. Kelahiran anak keduanya ini menjadi berkah yang sangat berharga bagi keluarganya. Sudah pasti, di bekalang nama anak keduanya nanti akan memakai marga Nasution.

Terkait dengan pemberian nama, menurut Bobby Afif Nasution, hal itu menjadi faktor penting. Sebab, nama yang diberikan orangtua adalah doa untuk anaknya, kelak.

"Impian kita, tentunya dari nama, anak laki-laki kita ini harus menjadi laki-laki yang kokoh, adil dan bisa dijunjung," papar calon Walikota Medan ini.

ASI Jadi Faktor Pendukung Utama Kesehatan Anak

keluarga bobby afif nasution
Bobby Nasution bersama dua anak dan istrinya. (foto : istimewa)

Begitu juga dengan asupan gizi untuk anaknya. Bobby mengatakan sama halnya Sedah, anak pertamanya. Anak keduanya juga sudah diberikan Air Susu Ibu (ASI) sejak  lahir.

Sebab, tidak ada asupan yang lebih baik untuk bayi selain ASI.  Air susu yang diproduksi secara alami oleh tubuh memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang bayi. Selain mengandung vitamin, ASI juga mengandung protein, karbohidrat dan lemak.

Komposisinya pun lebih mudah dicerna ketimbang susu formula. Untuk itulah, ASI menjadi asupan utama bayi setidaknya sampai 6 bulan pertama.

"Kalau untuk ASI, begitu lahir, saya nemani di dalam (ruang bersalin), begitu lahir itu kan memang langsung skin to skin. Langsung diajari bagaimana nyedot ASI, sekitar tiga jam langsung sedikit-sedikit bisa. Begitu juga dengan Sedah, seperti itu. Tidak lepas dari peran ayah dan ibunya," jelasnya.

Peran Orangtua Sangat Penting

bobby nasution bersama dua anaknya
Bobby Nasution bersama dua anaknya. (foto : istimewa)

Bobby pun menyadari peran orangtua sangatlah penting. Terlebih lagi peran orangtua dalam mendidik anaknya di rumah. Sebab, kedekatan anak dan orangtua menjadi faktor penting suksesnya seorang anak kedepan.

Bobby menambahkan pendidikan pertama anak harus didapat dari orangtuanya sendiri. Pendidikan itu bisa melalui mainan, pendidikan karakter dan lainnya.

"Hal-hal sepele seperti itu harus (dipahami) dari orangtuanya dulu. Jadi, mainan, sekolah, karakter, ilmu dia yang pertama itu harus dari orangtuanya," katanya.

Untuk memilih mainan, menurut Bobby Nasution tidak perlu mahal. Yang penting mainan yang diberikan kepada anak tidak berbahaya. Hal penting lainnya adalah, orangtua harus menemani anaknya bermainan.

Berdasarkan sejumlah artikel yang dibacanya dan hasil konsultasinya ke dokter anak, mainan untuk anak adalah orangtuanya sendiri. Mainan anak tidak harus dalam bentuk benda.

"Orangtuanya harus menemani dia main, apapun bentuk mainannya. Megang-megang plastik aja bisa jadi mainan baginya. Tapi, bagaimana kita menjadikannya mainan yang aman tidak digigit-gigit, tidak diletakkan di lantai karena bisa berbahaya. Jadi, belajarnya tentunya awal pendidikan diberikan orangtua sedari kecil sampai besar," jelasnya.

Itulah tadi informasi mengenai Bobby Nasution Siapkan Anak Laki-lakinya Jadi Pemimpin Sejak Dini dan sekianlah artikel dari kami seputarpolitik.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sabtu, 08 Agustus 2020

Bobby Nasution Siapkan Anak Laki-lakinya Jadi Pemimpin Sejak Dini oleh - seputarpolitik.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarpolitik.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bobby Nasution Siapkan Anak Laki-lakinya Jadi Pemimpin Sejak Dini oleh - seputarpolitik.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kitakini.news â€" Muhammad Bobby Afif Nasution akan menyiapkan anak laki-lakinya menjadi seorang pemimpin sejak dini. Hal itu sesuai dengan didikan ayah Bobby Nasution, Almarhum Erwin Nasution yang juga telah mendidik Bobby Nasution menjadi pemimpin sejak kecil.

Bobby Nasution mengatakan sebagai orangtua yang memiliki anak laki-laki, sudah pasti menginginkan anaknya menjadi pemimpin.

“Anak cowok, pasti namanya laki-laki itu, ke depannya bakal jadi seorang pemimpin. Setidaknya nanti menjadi pemimpin di keluarga,” ungkap Bobby Nasution, Jumat (7/08/2020).

Sama halnya Bobby Nasution. Sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarga, Bobby Nasution dididik ayahnya  sejak dini menjadi pemimpin. Walau posisinya sebagai anak yang paling bontot, namun Bobby Nasution telah memposisikan dirinya sebagai pemimpin di keluarganya.

Terlebih lagi, saat itu ayah Bobby Nasution meninggal dunia. Bobby Nasution lah yang menjadi pemimpin di keluarganya.

“Contoh saya juga, cowok satu-satunya dalam keluarga. Sebelum saya memimpin keluarga kecil saya saat ini, (dahulu) ayah saya dipanggil Tuhan. Saya sebagai anak paling kecil, laki-laki sendiri, harus menjadi seorang pemimpin keluarga saya waktu itu,” ungkap Bobby.

Untuk mendidik anaknya menjadi pemimpin, Bobby Nasution telah menyiapkan berbagai hal. Mulai dari pemberian nama, asupan untuk bayi hingga pendidikannya kelak.

Bobby Nasution mengatakan sebagai anak laki-laki, anak keduanya menjadi penerus marga Nasution. Kelahiran anak keduanya ini menjadi berkah yang sangat berharga bagi keluarganya. Sudah pasti, di bekalang nama anak keduanya nanti akan memakai marga Nasution.

Terkait dengan pemberian nama, menurut Bobby Afif Nasution, hal itu menjadi faktor penting. Sebab, nama yang diberikan orangtua adalah doa untuk anaknya, kelak.

“Impian kita, tentunya dari nama, anak laki-laki kita ini harus menjadi laki-laki yang kokoh, adil dan bisa dijunjung,” papar calon Walikota Medan ini.

ASI Jadi Faktor Pendukung Utama Kesehatan Anak

keluarga bobby afif nasution
Bobby Nasution bersama dua anak dan istrinya. (foto : istimewa)

Begitu juga dengan asupan gizi untuk anaknya. Bobby mengatakan sama halnya Sedah, anak pertamanya. Anak keduanya juga sudah diberikan Air Susu Ibu (ASI) sejak  lahir.

Sebab, tidak ada asupan yang lebih baik untuk bayi selain ASI.  Air susu yang diproduksi secara alami oleh tubuh memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang bayi. Selain mengandung vitamin, ASI juga mengandung protein, karbohidrat dan lemak.

Komposisinya pun lebih mudah dicerna ketimbang susu formula. Untuk itulah, ASI menjadi asupan utama bayi setidaknya sampai 6 bulan pertama.

“Kalau untuk ASI, begitu lahir, saya nemani di dalam (ruang bersalin), begitu lahir itu kan memang langsung skin to skin. Langsung diajari bagaimana nyedot ASI, sekitar tiga jam langsung sedikit-sedikit bisa. Begitu juga dengan Sedah, seperti itu. Tidak lepas dari peran ayah dan ibunya,” jelasnya.

Peran Orangtua Sangat Penting

bobby nasution bersama dua anaknya
Bobby Nasution bersama dua anaknya. (foto : istimewa)

Bobby pun menyadari peran orangtua sangatlah penting. Terlebih lagi peran orangtua dalam mendidik anaknya di rumah. Sebab, kedekatan anak dan orangtua menjadi faktor penting suksesnya seorang anak kedepan.

Bobby menambahkan pendidikan pertama anak harus didapat dari orangtuanya sendiri. Pendidikan itu bisa melalui mainan, pendidikan karakter dan lainnya.

“Hal-hal sepele seperti itu harus (dipahami) dari orangtuanya dulu. Jadi, mainan, sekolah, karakter, ilmu dia yang pertama itu harus dari orangtuanya,” katanya.

Untuk memilih mainan, menurut Bobby Nasution tidak perlu mahal. Yang penting mainan yang diberikan kepada anak tidak berbahaya. Hal penting lainnya adalah, orangtua harus menemani anaknya bermainan.

Berdasarkan sejumlah artikel yang dibacanya dan hasil konsultasinya ke dokter anak, mainan untuk anak adalah orangtuanya sendiri. Mainan anak tidak harus dalam bentuk benda.

“Orangtuanya harus menemani dia main, apapun bentuk mainannya. Megang-megang plastik aja bisa jadi mainan baginya. Tapi, bagaimana kita menjadikannya mainan yang aman tidak digigit-gigit, tidak diletakkan di lantai karena bisa berbahaya. Jadi, belajarnya tentunya awal pendidikan diberikan orangtua sedari kecil sampai besar,” jelasnya.

Itulah tadi informasi mengenai Bobby Nasution Siapkan Anak Laki-lakinya Jadi Pemimpin Sejak Dini oleh - seputarpolitik.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarpolitik.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Senin, 27 Juli 2020

Bentuk Ikon Medan, Bobby Nasution Kolaborasi dengan Kelompok Cipayung Medan oleh - seputarpolitik.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarpolitik.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bentuk Ikon Medan, Bobby Nasution Kolaborasi dengan Kelompok Cipayung Medan oleh - seputarpolitik.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kitakini.news â€" Gerakan #KolaborasiMedanBerkah yang digagas Bobby Nasution akan berkolaborasi dengan Kelompok Cipayung Medan dalam membentuk ikon Medan.

Kelompok Cipayung Medan yang dimaksud terdiri dari 5 (lima) organisasi mahasiswa terbesar dan tertua di Indonesia, diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Komitmen untuk berkolaborasi dijalin kedua pihak saat menggelar dialog di Kafe Rumah Pohon, Jalan Sei Belutu, Medan, Jumat (10/7/2020) sore.

Hadir pula dalam diskusi tersebut akademisi UIN SU (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara), Faisal Riza dan akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Faisal Mahrawa.

Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution menyampaikan melalui diskusi tersebut dapat diperoleh aspirasi dan masukan dari sudut pandang mahasiswa.

Dalam prolognya, Bobby Nasution membahas terkait kiprahnya di ibukota atau beberapa tempat yang pernah disinggahinya. Itu menjawab keraguan terkait domisili, justru kiprah Suami Kahiyang Ayu itu di luar Medan jadi nilai plus.

“Bukan sembarang di perantauan, tapi saya punya sesuatu yang akan saya terapkan di Medan kelak. Dari diskusi kita ini akan ada yang kita jadikan program bersama nantinya,” papar Bobby.

Faisal Riza yang juga pengamat politik dan pemerintahan mengatakan Kota Medan sudah selayaknya punya ikon yang akan mudah menggambarkan Kota Medan itu sendiri.

Dulu, Medan jelas disebut sebagai kota terbesar ketiga di tanah air. Hari ini hal itu sebatas besar karena ukuran wilayah. Dulu ada tokoh sekaliber Adam Malik yang pernah jadi wakil presiden RI.

“Saya kira dari situlah nama besar Medan sebagai tiga besar nasional menjadi tenar dan dicap sebagai salah satu ikon di masa itu,” jelas Faisal Riza.

Faisal Riza menambahkan, Kota Medan sebagai tanah persinggahan tokoh-tokoh besar nasional. Mulai ulama mulia Buya hingga Sjahrir pernah berkarya di Medan.

“Saya senang, sekarang tokoh yang sudah besar di ibukota pulang ke Medan untuk membangun,” kata Faisal Riza.

Kelompok Cipayung : Bukan Cuma Ikon Medan Tapi Bisa Hidupi Warga

Kembali ke Kelompok Cipayung, Ketua Umum HMI Cabang Medan, Akbar M. Siregar memulai diskusi dengan cukup bersemangat.

Akbar bersama rekannya berkata mereka telah lama menyampaikan kepada stakeholder soal identitas Kota Medan. Menurut penelitian mereka, Masyarakat Medan butuh ruang hiburan bermanfaat.

Kelompok Cipayung berharap ada satu ide untuk mencari ikon Kota Medan, bukan hanya ikon tapi bisa menghidupi warga Medan.

UMKM mesti dipikirkan sebab dalam potensi keramaian yang ada di Medan, terkesan hanya menguntungkan pengusaha besar, yang kecil minim perhatian.

“Kita inginkan ikon kota yang mampu hidupkan aktivitas UMKM sebagai aktivitas ekonomi warga,” tegas Akbar.

Di samping itu, masyarakat Medan menginginkan ikon yang mengandung nilai budaya di dalamnya. Ada pula nilai seni di ikon Kota Medan. Terpenting nilai wisata mesti ada, sebagai destinasi orang-orang yang akan datang ke Medan.

“Dari diskusi ini, kami yakin Bang Bobby bisa mewujudkannya. Kami ingin ada blue print atau simposium yang bisa diterapkan. Itu akan memudahkan kerja Bang Bobby ke depan dan kami siap membantu,” papar Akbar.

Bobby pun menjawab hal yang dipaparkan Akbar sebagai suatu yang memang harus diusahakan.

“Bicara penciptaan ikon kota memang harus ada geliat hidup menghidupkan. Kita akan usahakan ikon itu mencakup aspek ekonomi di dalamnya. Maka itu saya ajak kalian dari kalangan muda untuk ikut berkolaborasi bersama kami,” papar Bobby.

Wadah Kreativitas Anak Muda Masih Kurang di Medan

Sementara Ketua Umum GMNI Cabang Medan Yesra Umar Hasibuan dan Ketua Umum PMKRI Cabang Medan Ferdinandus Manik kompak menyebutkan, memang selama ini kreativitas anak muda kurang mendapat wadah.

“Kami ingin Bang Bobby mewadahi anak muda untuk pembangunan,” timpal Ferdinandus.

“Maka dari itu kolaborasi dengan anak muda memang sangat penting untuk pembangunan dan perbaikan kota,” tegas Yesra.

Menjawab hal itu, Bobby mengatakan sempat melakukan kunjungan ke Kabupaten Banyuwangi untuk belajar. Di sana, pemerintah setempat berhasil menggandeng anak muda untuk menciptakan pembangunan kreatif.

“Hal itu sangat mungkin diterapkan di Medan,” kata Bobby.

Menyudahi diskusi, Faisal Mahrawa menyimpulkan highlight diskusi tersebut dengan inti bahwa Bobby Nasution inginkan kreasi inovasi dalam upaya membenahi Kota Medan.

“Caranya dengan mengalihkan energi positif anak muda kepada hal-hal yang positif pula. In sya Allah akan ada jalan untuk niatan baik,” pungkas Faisal.

Itulah tadi informasi dari joker123 mengenai Bentuk Ikon Medan, Bobby Nasution Kolaborasi dengan Kelompok Cipayung Medan oleh - seputarpolitik.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarpolitik.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Minggu, 26 Juli 2020

Bobby Apresiasi Perjuangan UMKM Single Parent oleh - seputarpolitik.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarpolitik.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bobby Apresiasi Perjuangan UMKM Single Parent oleh - seputarpolitik.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kitakini.news â€"  Calon Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi perjuangan ibu-ibu single parent atau ibu-ibu tunggal yang menjalankan jenis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam memenuhi kehidupan.

Usai pelantikan dan deklarasi Relawan Anak Medan Bobby (Rambo) di Favorit Cafee Jalan Gaperta Ujung, Rabu (22/7/2020), Wakil Ketua BPP HIPMI ini langsung meluncur ke stand UMKM yang dibuka oleh relawan yang merupakan ibu tunggal untuk mengapresiasi perjuangannya.

Bobby sangat tertarik dengan produk yang yang ditawarkan pelaku UMKM Single Parent tersebut. Diantaranya masker terbuat dari kain ulos, jamu, serta telur asin gurih buatan Nelly Sri Rezeki.

“UMKM seperti ini harus dikembangkan, sehingga nantinya bisa benar-benar menjadi garda ekonomi negara,” paparnya.

Bobby menambahkan pembinaan UMKM Single Parent adalah hal yang sangat tepat untuk menjadi program unggulan.  Dia pun menyatakan akan mendukung penuh program pembinaan UMKM Single Parent.

Lantaran menurut pengagas #KolaborasiMedanBerkah ini, program pengembangan UMKM memang menjadi salah satu konsentrasi baginya.

Dengan begitu, dapat membantu para ibu tunggal untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, sekaligus membantu anak-anak yang tidak memiliki ayah agar mendapatkan masa depan yang baik.

“Ibu tunggal memiliki beban yang berat, apalagi jika memiliki jumlah anak yang cukup banyak. Hal ini adalah salah satu masalah besar di perkotaan, tapi jarang tersentuh dan mendapat perhatian,” kata Bobby.

Bobby berharap single parent yang lemah kondisi perekonomiannya akan mendapatkan perhatian lebih bagi pemerintahan ke depan.

Menurut Bobby, dalam mewujudkan UMKM yang bisa benar-benar menjadi ujung tombak perekonomian. Kolaborasi harus dilakukan dengan baik.

“Jadi beberapa kali kami bertemu dengan teman-teman komunitas UMKM, selalu kami sampaikan bagaimana akan bisa berkolaborasi. Bersama-sama berpegangan tangan untuk berkembang,” ungkapnya.

UMKM di Medan Masih Berjalan Sendiri-sendiri

Berdasarkan pantauan Bobby, UMKM di Kota Medan ini masih berjalan sendiri-sendiri. Tidak ada suatu gerakan yang membuat pemerintah sekarang ini tahu apa sebenarnya keinginan UMKM.

“Kalau kita bersama-sama berkolaborasi, In sha Allah teman-teman akan bisa tahu apa yang sebenarnya diinginkan UMKM. Sehingga dapat memajukan usahanya,” kata  pengusaha milenial ini.

Sekarang, Bobby menambahkan bahwa dia akan terus mengangkat semangat kolaborasi, agar pemerintah dapat mengapresiasi UMKM agar tidak hanya menganggap UMKM sebagai usaha kecil yang tidak perlu dilihat atau dibantu.

“Tapi pemerintah dapat melihat UMKM merupakan tombak perekonomian,” jelasnya.

Bobby juga menambahkan, pada tahun 2020, warga dihadapkan pada tahun politik. Kepada UMKM dan organisasi komunitas, Bobby selalu menyampaikan agar tidak menyia-nyiakan moment politik seperti ini.

“Harus dimanfaatkan untuk memajukan ekonomi, memajukan kesejahteraan, agar bisa membangkitkan kesejahteraan untuk Kota Medan,” pungkasnya.

Itulah tadi informasi dari judi online mengenai Bobby Apresiasi Perjuangan UMKM Single Parent oleh - seputarpolitik.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarpolitik.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Jumat, 24 Juli 2020

Akademisi Puji Konsep Pemerintahan Kolaboratif Bobby Nasution oleh - seputarpolitik.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarpolitik.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Akademisi Puji Konsep Pemerintahan Kolaboratif Bobby Nasution oleh - seputarpolitik.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kitakini.news â€" Kalangan akademisi menyimpulkan konsep pemerintahan kolaboratif atau collaborative government Muhammad Bobby Afif Nasution sebagai solusi kemaslahatan bagi warga Medan.

“Collaborative government itu bersifat egaliter. Pemerintah akan banyak melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan yang memang dampaknya untuk masyarakat itu sendiri,” jelas akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Faisal Riza kepada wartawan di Medan, Minggu (19/07/2020).

Dengan menerapkan konsep pemerintahan kolaboratif, lanjut akademisi yang juga pengamat politik dan pemerintahan ini, Bobby Nasution akan membuka selebar-lebarnya ruang untuk menampung aspirasi dan partisipasi masyarakat dalam kerja-kerja pembangunan. Tentu muaranya pada kebaikan bersama.

“Dalam bahasa UUD (undang-undang dasar), memajukan kesejahteraan umum. Di barat disebut public good, di latin namanya bonum publicum, dan dalam Islam namanya maslahah ar raiyyah. Kemaslahatan rakyat,” paparnya.

Faisal pun menyimpulkan, pemerintahan model lama yang selama ini berlaku di daerah sebagai pola pemerintahan dengan corak tidak peka. Contoh paling nyata adalah perlakuan pemerintah daerah, termasuk Medan, terhadap rekomendasi-rekomendasi Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

Faisal menambahkan rekomendasi Musrenbang kerap diabaikan. Sehingga, Musrenbang itu sendiri akhirnya hanya lips service atau sekadar formalitas.

Diketahui, Musrenbang merupakan sebuah sistem perencanaan pembangunan dengan alur dari bawah ke atas (bottom up), agar arah pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Faktanya di Kota Medan, sumber-sumber informasi di tingkat kelurahan menyebut rekomendasi pembangunan dari musrenbang tingkat kelurahan nyaris tidak pernah diimplementasikan pemerintah kota dengan alasan klasik, yakni keterbatasan dana.

“Kita harus mengubah ini dengan konsep collaborative government. Harus kita dukung,” pungkas Faisal Riza.

Menurut dia, konsep pemerintahan kolaboratif dengan skema keumatan di bidang sosial-ekonomi dapat dijalankan bekerjasama ormas-ormas Islam. “Di Medan ada ormas-ormas Islam yang punya jamaah besar. Ini asset kota yang harus diberdayakan. Jangan ditinggalkan mereka ini, tapi harus dilibatkan. Ajak mereka untuk menentukan kota seperti apa yang mereka harapkan. Demikian halnya dengan komunitas agama dan etnis lain,” pungkasnya pula.

Pengamat Politik USU : Pemerintahan Kolaboratif Sangat Tepat Dilakukan

Pengamat politik dari USU, Dadang Darmawan juga memuji konsep collaborative government yang diusung Calon Walikota Medan, Bobby Nasution. Di kesempatan terpisah, Dadang menegaskan pemerintahan kolaboratif sangat tepat diberlakukan.

“Sebab pembangunan di manapun mestinya lahir dari kebutuhan masyarakat, kebutuhan dari banyak pihak. Bukan merupakan rancangan eksklusif pemerintah belaka, sebagaimana yang terjadi selama ini,” kata Dadang, sembari memastikan pemerintahan kolaboratif akan menghasilkan pembangunan yang bisa dinikmati semua orang.

“Sulit rasanya membayangkan adanya perubahan, jika pemerintah tetap berfikir top down dan tertutup dari publik. Dari dulu sudah selalu didengungkan pentingnya melibatkan masyarakat dalam pembangunan baik sejak perencanaan maupun pelaksanaannya,” paparnya pula.

Masalah Kota Medan yang sangat kompleks saat ini, kata Dadang, pasti membutuhkan solusi dan kerja keras semua pihak. Dia pun berharap konsep pemerintahan kolaboratif ini bukanlah semata statement politik menjelang Pilkada Medan 2020, melainkan komitmen Bobby Nasution untuk mewujudkan kota yang sesuai impian warga Medan.

Diketahui, Muhammad Bobby Afif Nasution merupakan salah satu kandidat yang sedang mengikuti proses pemilihan Walikota Medan dalam Pilkada Serentak 2020, Desember mendatang. Dengan mengusung #KolaborasiMedanBerkah, pengusaha milenial peraih gelar S-2 dari Institute Pertanian Bogor (IPB) ini menegaskan akan menerapkan prinsip-prinsip kolaboratif dalam tata kelola pemerintahannya.

Itulah tadi informasi dari agen idn poker mengenai Akademisi Puji Konsep Pemerintahan Kolaboratif Bobby Nasution oleh - seputarpolitik.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarpolitik.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Senin, 20 Juli 2020

Al-Washliyah Idamkan Pemimpin Berakhlak Mulia oleh - seputarpolitik.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarpolitik.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Al-Washliyah Idamkan Pemimpin Berakhlak Mulia oleh - seputarpolitik.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kitakini.news â€" Al Jam’iyatul Washliyah (Al-Washliyah) berharap Walikota Medan kelak merupakan sosok santun dan berakhlak mulia. Bobby Nasution merupakan salah satu Calon Walikota Medan yang intensif berkomunikasi dengan organisasi Islam ini.

“Calon Walikota Medan itu harus punya akhlaqul karimah atau berakhlak mulia, santun,” papar Ketua Al-Wasliyah Kota Medan, H Azam Nasution, baru-baru ini.

Sebagai salah satu organisasi Islam tertua di Tanah Air, rinci Azam, Al-Washliyah telah menetapkan tiga kriteria baku yang harus dimiliki pemimpin. Pertama memiliki sibghoh atau ciri khas orang Al-Washliyah sesuai ajaran ke-Islamannya. Artinya, calon pemimpin di Kota Medan mestilah beragama Islam yang mengamalkan agamanya.

Kemudian, harus punya wijhah atau arah dan tujuan, seperti visi-misi yang jelas. Ketiga, memiliki sifat khittoh, yakni mengacu kepada arah pergerakan Al-Washliyah, seperti dakwah, pendidikan, amal sosial, amar ma’ruf nahi mungkar.

“Al-Washliyah ini organisasi independen. Kalau ada kader mendukung salah satu calon walikota itu sah-sah saja,” kata Azam yang juga Plt Kadispora Medan.

Azam juga berharap ada Walikota Medan yang menjadikan musyawarah sebagai jalan kerjanya. “Musyawarah untuk hasil mufakat, itu adalah salah satu ciri orang-orang Al-Washliyah,” pungkas Azam.

Seperti diketahui, Pilkada Kota Medan akan digelar pada 9 Desember 2020. Salah satu bakal calon Walikota Medan yang akan ikut kontestasi Pilkada Kota Medan adalah Muhammad Bobby Afif Nasution.

berakhlak mulia
Calon Walikota Medan, Bobby Nasution menuntun sembari mendengarkan curahan hati (curhat) seorang ibu, saat menggelar sosialisasi di Kawasan Marelan, sebelum Pandemi Covid-19 melanda negeri.

Penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini sudah cukup mendapatkan dukungan, baik dari elit partai, akademisi hingga alim ulama di Kota Medan.

Selain aktif berkomunikasi dengan tokoh dan elit partai untuk menyerap saran dan aspirasi, penyandang gelar S-2 Agribisnis IPB ini juga intensif berkomunikasi dengan ulama dan tokoh agama, termasuk yang berdakwah di jalur Al-Washliyah.

Baru-baru ini, dia juga diberi kesempatan untuk bersilaturahmi menyerap aspirasi warga Al-Washliyah di Sekretariat Wilayah Al-Washliyah Sumut.

Itulah tadi informasi dari poker idn mengenai Al-Washliyah Idamkan Pemimpin Berakhlak Mulia oleh - seputarpolitik.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarpolitik.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

© 2017 seputarpolitik.xyz - Membahas Dunia Politik di Indonesia. All rights resevered. Powered By Blogger