Jumat, 14 Agustus 2020

5 Berita Populer: USS Gerald Ford Siap Tempur hingga AS Ogah Jadi ‘Polisi Dunia’ Lagi oleh - seputarpolitik.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarpolitik.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 5 Berita Populer: USS Gerald Ford Siap Tempur hingga AS Ogah Jadi 'Polisi Dunia' Lagi, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

AS semakin mempersiapkan kapal induk USS Gerald Ford untuk siap tempur. Sementara itu, mengaku merugi, AS di bawah pimpinan Donald Trump ogah jadi 'polisi dunia' lagi, dan ingin menarik diri dari pertarungan luar negeri yang mahal. Berikut lima berita terpopuler hari ini.

1. USS Gerald Ford, Kapal Induk Terbaru AS yang Siap Tempur

Angkatan Laut Amerika Serikat telah menerima dan memverifikasi elevator senjata canggih (Advanced Weapons Elevator) keenam di kapal induk USS Gerald R. Ford (CVN-78), USNI News melaporkan.

Angkatan Laut AS pada 23 Juli 2020 mengumumkan verifikasi elevator senjata tingkat bawah (LSWE) satu, yang merupakan elevator keenam dari sebelas elevator senjata canggih yang telah diverifikasi Angkatan Laut di atas kapal induk dan elevator tingkat bawah kedua yang telah diselesaikan.

Sejumlah bom akan diledakkan di laut dekat kapal induk Angkatan Laut AS USS Gerald R. Ford selama uji tempur (Shock Trials) tahun depan, sementara pesawat tempur F-35 akan lepas landas. Angkatan Laut AS akan melakukan penilaian kualifikasi selama satu tahun sebelum kapal induk benar-benar dikerahkan.

Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Michael Gilday mengaku merasa sangat percaya diri terhadap kapal induk USS Ford. Berbicara awal tahun ini, Gilday menjelaskan nilai tambah kapal tersebut pada armada. Sementara itu, kemajuan sedang dikerjakan dengan elevator senjata, integrasi dek penerbangan skuadron udara kapal induk, dan persiapan teknis untuk layanan tempur.

Artikel lengkapnya https://www.matamatapolitik.com/kapal-induk-terbaru-angkatan-laut-as-uss-ford-nyaris-siap-tempur-in-depth/

2. Merugi, AS Tak Tertarik Jadi Polisi Dunia Lagi?

Baru-baru ini Trump membuat kejutan dengan mengumumkan penarikan pasukannya di wilayah Jerman. Lepas dari isu bahwa itu menjadi hadiah Trump untuk Vladimir Putin, tapi tampaknya ada tren penarikan militer AS dari negara lain sejak Trump menjadi Amerika-1. Apakah ini berarti AS sudah bosan menjadi "polisi dunia"?

Sebagai seorang taipan yang selalu mendasarkan putusan pada hitungan untung rugi, Trump mengambil langkah tepat menyingkirkan pasukannya dari negara-negara lain. Selain boros dan menghasilkan kerugian yang berjubel, intervensi militer AS tak sejalan dengan wacana politik luar negeri Trump.

Selanjutnya baca di https://www.matamatapolitik.com/merugi-as-tak-tertarik-jadi-polisi-dunia-lagi-original-news-polling/

3. Genosida Uighur Bak Holocaust Masa Kini, Bungkamnya Paus Fransiskus Tak Dapat Diterima

Pada 8 Agustus, sekitar 76 pemimpin agama dari seluruh dunia mengeluarkan pernyataan kuat yang menyerukan tindakan untuk menghentikan genosida Uighur dan Muslim lainnya di China, yang mereka gambarkan sebagai "salah satu tragedi kemanusiaan paling mengerikan sejak Holocaust".

Kardinal Charles Maung Bo dari Myanmar, Presiden Federasi Konferensi Waligereja Asia, dan Kardinal Ignatius Suharyo dari Indonesia termasuk di antara tokoh-tokoh senior yang menyerukan penyelidikan atas pelanggaran berat hak asasi manusia terhadap Muslim Uighur.

Pernyataan 76 pemuka agama ini bukanlah yang pertama kalinya para pemimpin agama angkat bicara, tetapi ini adalah pertama kalinya begitu banyak pemimpin yang melakukannya dengan persatuan, urgensi, dan dalam jumlah yang sedemikian besar di seluruh komunitas agama.

"Kami telah melihat banyak penganiayaan dan kekejaman massal. Ini membutuhkan perhatian kita. Tetapi ada satu hal yang, jika dibiarkan berlanjut dengan impunitas, akan mempertanyakan keseriusan komunitas internasional untuk membela hak asasi manusia universal bagi semua orang, nasib buruk Muslim Uighur," tulis mereka, dikutip Eurasia Review.

"Setelah Holocaust, dunia berkata, 'Jangan pernah lagi.' Hari ini, kita kembali mengulangi kata-kata 'Jangan pernah lagi'. Kami membuat seruan sederhana untuk keadilan, untuk menyelidiki kejahatan ini, meminta pertanggungjawaban mereka dan membangun jalan menuju pemulihan martabat manusia."

Selengkapnya baca https://www.matamatapolitik.com/genosida-uighur-bak-holocaust-masa-kini-bungkamnya-paus-fransiskus-tak-dapat-diterima-opini/

4. Di Balik Tren Orang Timor Leste yang Senang Merantau ke Luar Negeri

Orang Timor Leste menghadapi tren yang meningkat dalam merantau ke luar negeri untuk mencari nafkah. Akibatnya, banyak yang berbondong-bondong belajar bahasa Inggris. Apa yang ada di balik tren tersebut?

Pekerjaan musiman di Australia (terlepas dari ketidakpastian dan masalah) adalah pilihan pertama bagi banyak orang Timor yang ingin bekerja di luar negeri. Pasalnya, Australia dipandang tak terlampau jauh jaraknya dari Timor Leste.

Sejak dimulainya pekerjaan musiman pada 2012, kesadaran akan hal itu telah tumbuh, dan tahun ini telah mencapai puncaknya. Perekrutan 'kelompok siap kerja' bahkan sengaja ditangani oleh Negara. Dengan mengekstrapolasi berbagai sumber, pada akhir 2019, penerimaan tenaga kerja migran membengkak menjadi sekitar sepuluh ribu orang, sebanding dengan jumlah total pekerja musiman dari semua negara pengirim ke Australia pada 2018–2019.

Meskipun membayangkan kehidupan yang lebih baik melalui migrasi adalah hal biasa di mana-mana, di Timor Leste aspirasi ini tampaknya sangat menonjol.

Baca artikelnya di https://www.matamatapolitik.com/kenapa-orang-timor-leste-senang-merantau-in-depth/

5. Trump Serang Teknologi China demi Dominasi Ekonomi Dunia

Terdapat dua cara Amerika Serikat dapat memenangkan perang ekonomi melawan China, yakni dengan membuat ekonominya tumbuh lebih cepat daripada China atau menahan kebangkitan ekonomi China. Cara tercepat untuk meraih kemenangan dominasi ekonomi dunia bagi AS adalah menggagalkan reformasi pasar liberal di China dan menjauhkan ekonominya dari jalur liberalisasi yang lebih besar.

Sulit untuk melihat terobosan teknologi besar di Amerika Serikat yang akan menyebabkan lonjakan ekonomi yang signifikan. Hingga harapan itu terwujud, strategi terbaik bagi AS adalah merusak ekonomi China.

Beberapa perusahaan teknologi tinggi China sedang diserang habis-habisan. TikTok dan WeChat telah dimasukkan dalam daftar larangan Gedung Putih selama 45 hari pada 6 Agustus. Para pejabat pemerintahan Trump juga menyatakan perusahaan China yang terdaftar di AS harus dihapus dari daftar pada Januari 2022 jika mereka tidak dapat mematuhi persyaratan audit US Securities and Exchange Commission.

Selanjutnya di https://www.matamatapolitik.com/hubungan-as-china-trump-serang-teknologi-china-demi-dominasi-ekonomi-opini/

 

Penulis dan editor: Aziza Larasati

Keterangan foto utama: Pasukan Amerika di Suriah. (Foto: AFP)

Itulah tadi informasi mengenai 5 Berita Populer: USS Gerald Ford Siap Tempur hingga AS Ogah Jadi 'Polisi Dunia' Lagi dan sekianlah artikel dari kami seputarpolitik.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Bobby Nasution Siapkan Anak Laki-lakinya Jadi Pemimpin Sejak Dini oleh - seputarpolitik.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarpolitik.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bobby Nasution Siapkan Anak Laki-lakinya Jadi Pemimpin Sejak Dini, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kitakini.news – Muhammad Bobby Afif Nasution akan menyiapkan anak laki-lakinya menjadi seorang pemimpin sejak dini. Hal itu sesuai dengan didikan ayah Bobby Nasution, Almarhum Erwin Nasution yang juga telah mendidik Bobby Nasution menjadi pemimpin sejak kecil.

Bobby Nasution mengatakan sebagai orangtua yang memiliki anak laki-laki, sudah pasti menginginkan anaknya menjadi pemimpin.

"Anak cowok, pasti namanya laki-laki itu, ke depannya bakal jadi seorang pemimpin. Setidaknya nanti menjadi pemimpin di keluarga," ungkap Bobby Nasution, Jumat (7/08/2020).

Sama halnya Bobby Nasution. Sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarga, Bobby Nasution dididik ayahnya  sejak dini menjadi pemimpin. Walau posisinya sebagai anak yang paling bontot, namun Bobby Nasution telah memposisikan dirinya sebagai pemimpin di keluarganya.

Terlebih lagi, saat itu ayah Bobby Nasution meninggal dunia. Bobby Nasution lah yang menjadi pemimpin di keluarganya.

"Contoh saya juga, cowok satu-satunya dalam keluarga. Sebelum saya memimpin keluarga kecil saya saat ini, (dahulu) ayah saya dipanggil Tuhan. Saya sebagai anak paling kecil, laki-laki sendiri, harus menjadi seorang pemimpin keluarga saya waktu itu," ungkap Bobby.

Untuk mendidik anaknya menjadi pemimpin, Bobby Nasution telah menyiapkan berbagai hal. Mulai dari pemberian nama, asupan untuk bayi hingga pendidikannya kelak.

Bobby Nasution mengatakan sebagai anak laki-laki, anak keduanya menjadi penerus marga Nasution. Kelahiran anak keduanya ini menjadi berkah yang sangat berharga bagi keluarganya. Sudah pasti, di bekalang nama anak keduanya nanti akan memakai marga Nasution.

Terkait dengan pemberian nama, menurut Bobby Afif Nasution, hal itu menjadi faktor penting. Sebab, nama yang diberikan orangtua adalah doa untuk anaknya, kelak.

"Impian kita, tentunya dari nama, anak laki-laki kita ini harus menjadi laki-laki yang kokoh, adil dan bisa dijunjung," papar calon Walikota Medan ini.

ASI Jadi Faktor Pendukung Utama Kesehatan Anak

keluarga bobby afif nasution
Bobby Nasution bersama dua anak dan istrinya. (foto : istimewa)

Begitu juga dengan asupan gizi untuk anaknya. Bobby mengatakan sama halnya Sedah, anak pertamanya. Anak keduanya juga sudah diberikan Air Susu Ibu (ASI) sejak  lahir.

Sebab, tidak ada asupan yang lebih baik untuk bayi selain ASI.  Air susu yang diproduksi secara alami oleh tubuh memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang bayi. Selain mengandung vitamin, ASI juga mengandung protein, karbohidrat dan lemak.

Komposisinya pun lebih mudah dicerna ketimbang susu formula. Untuk itulah, ASI menjadi asupan utama bayi setidaknya sampai 6 bulan pertama.

"Kalau untuk ASI, begitu lahir, saya nemani di dalam (ruang bersalin), begitu lahir itu kan memang langsung skin to skin. Langsung diajari bagaimana nyedot ASI, sekitar tiga jam langsung sedikit-sedikit bisa. Begitu juga dengan Sedah, seperti itu. Tidak lepas dari peran ayah dan ibunya," jelasnya.

Peran Orangtua Sangat Penting

bobby nasution bersama dua anaknya
Bobby Nasution bersama dua anaknya. (foto : istimewa)

Bobby pun menyadari peran orangtua sangatlah penting. Terlebih lagi peran orangtua dalam mendidik anaknya di rumah. Sebab, kedekatan anak dan orangtua menjadi faktor penting suksesnya seorang anak kedepan.

Bobby menambahkan pendidikan pertama anak harus didapat dari orangtuanya sendiri. Pendidikan itu bisa melalui mainan, pendidikan karakter dan lainnya.

"Hal-hal sepele seperti itu harus (dipahami) dari orangtuanya dulu. Jadi, mainan, sekolah, karakter, ilmu dia yang pertama itu harus dari orangtuanya," katanya.

Untuk memilih mainan, menurut Bobby Nasution tidak perlu mahal. Yang penting mainan yang diberikan kepada anak tidak berbahaya. Hal penting lainnya adalah, orangtua harus menemani anaknya bermainan.

Berdasarkan sejumlah artikel yang dibacanya dan hasil konsultasinya ke dokter anak, mainan untuk anak adalah orangtuanya sendiri. Mainan anak tidak harus dalam bentuk benda.

"Orangtuanya harus menemani dia main, apapun bentuk mainannya. Megang-megang plastik aja bisa jadi mainan baginya. Tapi, bagaimana kita menjadikannya mainan yang aman tidak digigit-gigit, tidak diletakkan di lantai karena bisa berbahaya. Jadi, belajarnya tentunya awal pendidikan diberikan orangtua sedari kecil sampai besar," jelasnya.

Itulah tadi informasi mengenai Bobby Nasution Siapkan Anak Laki-lakinya Jadi Pemimpin Sejak Dini dan sekianlah artikel dari kami seputarpolitik.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sabtu, 08 Agustus 2020

Bobby Nasution Siapkan Anak Laki-lakinya Jadi Pemimpin Sejak Dini oleh - seputarpolitik.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarpolitik.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bobby Nasution Siapkan Anak Laki-lakinya Jadi Pemimpin Sejak Dini oleh - seputarpolitik.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kitakini.news â€" Muhammad Bobby Afif Nasution akan menyiapkan anak laki-lakinya menjadi seorang pemimpin sejak dini. Hal itu sesuai dengan didikan ayah Bobby Nasution, Almarhum Erwin Nasution yang juga telah mendidik Bobby Nasution menjadi pemimpin sejak kecil.

Bobby Nasution mengatakan sebagai orangtua yang memiliki anak laki-laki, sudah pasti menginginkan anaknya menjadi pemimpin.

“Anak cowok, pasti namanya laki-laki itu, ke depannya bakal jadi seorang pemimpin. Setidaknya nanti menjadi pemimpin di keluarga,” ungkap Bobby Nasution, Jumat (7/08/2020).

Sama halnya Bobby Nasution. Sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarga, Bobby Nasution dididik ayahnya  sejak dini menjadi pemimpin. Walau posisinya sebagai anak yang paling bontot, namun Bobby Nasution telah memposisikan dirinya sebagai pemimpin di keluarganya.

Terlebih lagi, saat itu ayah Bobby Nasution meninggal dunia. Bobby Nasution lah yang menjadi pemimpin di keluarganya.

“Contoh saya juga, cowok satu-satunya dalam keluarga. Sebelum saya memimpin keluarga kecil saya saat ini, (dahulu) ayah saya dipanggil Tuhan. Saya sebagai anak paling kecil, laki-laki sendiri, harus menjadi seorang pemimpin keluarga saya waktu itu,” ungkap Bobby.

Untuk mendidik anaknya menjadi pemimpin, Bobby Nasution telah menyiapkan berbagai hal. Mulai dari pemberian nama, asupan untuk bayi hingga pendidikannya kelak.

Bobby Nasution mengatakan sebagai anak laki-laki, anak keduanya menjadi penerus marga Nasution. Kelahiran anak keduanya ini menjadi berkah yang sangat berharga bagi keluarganya. Sudah pasti, di bekalang nama anak keduanya nanti akan memakai marga Nasution.

Terkait dengan pemberian nama, menurut Bobby Afif Nasution, hal itu menjadi faktor penting. Sebab, nama yang diberikan orangtua adalah doa untuk anaknya, kelak.

“Impian kita, tentunya dari nama, anak laki-laki kita ini harus menjadi laki-laki yang kokoh, adil dan bisa dijunjung,” papar calon Walikota Medan ini.

ASI Jadi Faktor Pendukung Utama Kesehatan Anak

keluarga bobby afif nasution
Bobby Nasution bersama dua anak dan istrinya. (foto : istimewa)

Begitu juga dengan asupan gizi untuk anaknya. Bobby mengatakan sama halnya Sedah, anak pertamanya. Anak keduanya juga sudah diberikan Air Susu Ibu (ASI) sejak  lahir.

Sebab, tidak ada asupan yang lebih baik untuk bayi selain ASI.  Air susu yang diproduksi secara alami oleh tubuh memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang bayi. Selain mengandung vitamin, ASI juga mengandung protein, karbohidrat dan lemak.

Komposisinya pun lebih mudah dicerna ketimbang susu formula. Untuk itulah, ASI menjadi asupan utama bayi setidaknya sampai 6 bulan pertama.

“Kalau untuk ASI, begitu lahir, saya nemani di dalam (ruang bersalin), begitu lahir itu kan memang langsung skin to skin. Langsung diajari bagaimana nyedot ASI, sekitar tiga jam langsung sedikit-sedikit bisa. Begitu juga dengan Sedah, seperti itu. Tidak lepas dari peran ayah dan ibunya,” jelasnya.

Peran Orangtua Sangat Penting

bobby nasution bersama dua anaknya
Bobby Nasution bersama dua anaknya. (foto : istimewa)

Bobby pun menyadari peran orangtua sangatlah penting. Terlebih lagi peran orangtua dalam mendidik anaknya di rumah. Sebab, kedekatan anak dan orangtua menjadi faktor penting suksesnya seorang anak kedepan.

Bobby menambahkan pendidikan pertama anak harus didapat dari orangtuanya sendiri. Pendidikan itu bisa melalui mainan, pendidikan karakter dan lainnya.

“Hal-hal sepele seperti itu harus (dipahami) dari orangtuanya dulu. Jadi, mainan, sekolah, karakter, ilmu dia yang pertama itu harus dari orangtuanya,” katanya.

Untuk memilih mainan, menurut Bobby Nasution tidak perlu mahal. Yang penting mainan yang diberikan kepada anak tidak berbahaya. Hal penting lainnya adalah, orangtua harus menemani anaknya bermainan.

Berdasarkan sejumlah artikel yang dibacanya dan hasil konsultasinya ke dokter anak, mainan untuk anak adalah orangtuanya sendiri. Mainan anak tidak harus dalam bentuk benda.

“Orangtuanya harus menemani dia main, apapun bentuk mainannya. Megang-megang plastik aja bisa jadi mainan baginya. Tapi, bagaimana kita menjadikannya mainan yang aman tidak digigit-gigit, tidak diletakkan di lantai karena bisa berbahaya. Jadi, belajarnya tentunya awal pendidikan diberikan orangtua sedari kecil sampai besar,” jelasnya.

Itulah tadi informasi mengenai Bobby Nasution Siapkan Anak Laki-lakinya Jadi Pemimpin Sejak Dini oleh - seputarpolitik.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarpolitik.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

© 2017 seputarpolitik.xyz - Membahas Dunia Politik di Indonesia. All rights resevered. Powered By Blogger